KEMANAKAH DO'A DO'A ANDA SAAT INI?
By Oswald Chambers
KEMANAKAH DO’A –DO’A ANDA SAAT INI?
Dalam kamus besar arti doa adalah permohonan
(harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan;
Jadi Doa adalah
permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam
menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang
sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa
secara syar’i yang sebenanya.
Doa dapat diartikan
pendekatan diri kepada Allah dengan sepenuh hati, banyak juga dijelaskan dalam
ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an banyak menyebutkan pula bahwa
tadharu’ (berdoa dengan sepenuh hati) hanya akan muncul bila di sertai
keikhlasan. Hal tesebut merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang shalih.
Dengan tadharu’ dapat menambah kemantapan jiwa, sehingga doa kepada Allah akan
senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah,
dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan, dalam kesulitan maupun dalam
kelapangan.
Dalam Al-Qur’an
Allah telah menegaskan : “Dan bersabarlah
kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja
hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling
dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu
mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta
menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS.
Al-Kahfi : 28).
Namun bukan hanya
seseorang yang sedang tertimpa sebuah musibah namun juga untuk seluruh umat
Islam yang masih hidup (diberirahmat dan kehidupan), dalam keadaan yang masih
sehat dan tidak kurang suatu apa pun, sebagai manusia kiranya kita harus berdoa
untuk meminta atau bersyukur berkat rahmat yang maha kuasa. Agar kita diberi
keuatan iman dan takwa agar tetap bisa melakukan segala perintah-Nya.
Selain itu, jika
kita menyadari bahwa situasi yang kita hadapi sehari-hari berputar seperti roda
gerobak. Mungkin hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan tulus, tapi siapa
yang tahu hari berikutnya kami memiliki kemalasan suatu? Mungkin hari ini kita
sangat senang, tapi siapa yang tahu besok nasib kita atau lusa menjadi
sebaliknya? Oleh karena itu, dalam kondisi yang baik seperti yang kita masih
perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari
berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hakim).
Doa merupakan
pengakuan manusia tentang kelemahannya, namun manusia kadangkala bersikap
sombong (QS. 96:6-7). Doa juga sering dilupakan manusia, karena manusia masih
banyak yang menganggap bahwa doa itu kurang penting, sehingga manusia tidak
mengakui keberadaan doa tersebut. Padahal, manusia yang hidup tanpa gejolak,
tanpa kekuasaan istimewa, bekerja dan berjuang secara wajar untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari, juga memerlukan doa sebagai motivasi dirinya agar dapat
melanjutkan usaha untuk mencapai cita-citanya. Doa juga menjadi salah satu
sebab tertolaknya suatu bencana, dengan kata lain doa bisa dikatakan sebagai
perisai/senjata. Di samping itu doa adalah obat penawar yang paling manjur,
sehingga ia menjadi musuh bagi bala (petaka). Doa dapat menolaknya,
menghilangkannya, menyembuhkannya, atau meringankannya, jika bala tersebut
telah turun. Karena berguna terhadap sesuatu yang telah terjadi ataupun yang
belum terjadi. Sabda Nabi SAW: “Doa
itu bergua untuk yang telah terjadi dan yang belum tejadi, maka wahai hamba
Allah, hendaklah kalian berdoa.” HR. Tirmidzi.
Alexis Carrel, seorang ahli bedah
Prancis yang meraih dua kali hadia nobel, menegaskan bahwa keguanan doa dapat
dibuktikan secara ilmiah sama kuatnya dengan pembuktian dibidang fisika. Dalam
brosurnya “La Priere” (doa) ia
mengemukakan keyakinannya akan kebesaran pengaruh doa untuk pengobatan dengan
ucapan: “Bila doa itu dibiasakan dan betul-betul
bersungguh-sungguh, maka pengaruhnya menjadi sangat jelas… Ia merupakan semacam
perubahan kejiwaan dan ketubuhan… ketentraman ditimbulkan oleh doa itu
merupakan pertolongan yang besar pada pengobatan.”
Oliver lodge secara halus menyindir mereka yang tidak
melihat manfaat doa: “Kekeliruan mereka, karena menduga bahwa doa
berada di luar fenomena alam,. Doa harus diperhitungkan sebagaimana
memperhitungkan sebab-sebab lain yang dapat melahirkan suatu peristiwa.”

Komentar
Posting Komentar